An Overview Of Self-Reliance and Self-Development In Children With Intellectual Disabilities
Main Article Content
Abstract
Abstract
Children with intellectual disabilities have limitations in performing self-care activities independently, such as bathing, dressing, and using the toilet. Although training has been implemented at SLB Negeri Pati, most children still show a high level of dependence on others. To describe the level of self-care independence among children with intellectual disabilities at SDLB Negeri Pati. This study used a descriptive quantitative method with a cross-sectional design. A total of 61 respondents were selected from 72 students using simple random sampling. The instrument consisted of a 15-item questionnaire on a 4-point Likert scale (Cronbach's Alpha = 0.924). Data were analyzed using univariate analysis. The findings showed that 34.4% of the children were independent, 52.5% were less independent, and 13.1% were not independent. Higher independence was observed in children with mild intellectual disabilities, aged ≥10 years, in upper grades, and with parents aged ≥40 years. Most children with intellectual disabilities at SDLB Negeri Pati were still less independent and require continuous self-care training both at school and at home.
Downloads
Article Details
References
REFERENCES
Fitri, A. (2021). Pendidikan anak berkebutuhan khusus. Jakarta: Prenada Media Group.
Ginting, R. (2023). Program bina diri bagi anak berkebutuhan khusus. Bandung: Refika Aditama.
Hasibuan, H. (2022). Statistik anak tunagrahita di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Kemendikdasmen. (2025). Data peserta didik sekolah luar biasa di Kabupaten Pati. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Khalil, F. F., Dimyati, A., & Purbangkara, T. (2024). Pengaruh Permainan Dalam Metode Fundamental Motor Skill Terhadap Peningkatan Gerak Dasar Pada Anak Tunagrahita Ringan Di SLB-C Tunas Harapan Karawang. Pendes: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4). 09, 1642–1650.
Kurniawan, E. (2024). Pengaruh program bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahita (kategori sedang) di SLB ABC Argasari, Tasikmalaya. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(2).
Kusnawan, D. (2022). Kemandirian Anak Tunagrahita Ringan dalam Aktivitas Sehari-hari. Jurnal Pendidikan Khusus, 8(2), 122–130.
Kustianing, S. (2021). Perkembangan Motorik Anak dan Kaitannya dengan Kemandirian. Jurnal Psikologi Anak, 10(1), 55–63.
Lailatul Husna, S. (2024). Analisis keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita ringan. Yogyakarta: UNY Press.
Melia, N. (2023). Dukungan Keluarga terhadap Kemandirian Sosial Anak Tunagrahita. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 9(1), 44–51.
Mutafarida, N. (2023). Pengembangan kemandirian anak tunagrahita melalui pembinaan keluarga. Semarang: UNNES Press.
Nurul, H. (2024). Hambatan Interaksi Sosial Anak Tunagrahita. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(3), 78–86.
Putri, A. (2021). Teori Perkembangan Anak Usia Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Rahmat, A. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Balai Pustaka.
Ramadhani, T. (2020). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 34–40.
Rathmawati, R. (2024). Peran Guru dalam Pembentukan Kemandirian Sosial Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 11(2), 101–109.
Rika Widya, S., et al. (2024). Kemandirian anak tunagrahita dalam aktivitas harian. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(2), 102–110.
Rirqia, D. (2023). Komunikasi Efektif antara Guru dan Siswa Tunagrahita. Jurnal Pendidikan Inklusif, 6(1), 23–29.
Sabila, M. (2024). Ketergantungan Anak Tunagrahita dalam Aktivitas Harian. Jurnal Terapan Psikologi Anak, 5(2), 115–123.
Sari, D. (2023). Kemandirian bina diri dan adaptasi sosial anak berkebutuhan khusus. Jakarta: Kencana.
Sari, F. (2024). Klasifikasi Tunagrahita dan Implikasinya dalam Pendidikan. Jakarta: Mitra Ilmu.
Sastra, E. (2024). Keterbatasan adaptif pada anak tunagrahita. Bandung: Refika Aditama.
Satriani, L. (2023). Pengaruh Kelas Terhadap Kemandirian Anak Tunagrahita. Jurnal Pendidikan Khusus, 9(1), 67–75.
Septiyana, R. (2023). Peran Keluarga dalam Mengembangkan Keterampilan Bina Diri Anak Retardasi Mental. Jurnal Rehabilitasi Sosial, 10(2), 91–98.
Sriwardani, M. (2024). Kemandirian anak tunagrahita ringan di sekolah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 12(1), 55–63.
Sudarsini, W. (2017). Pengaruh pelatihan bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahita. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Sutrisno, B. (2024). Peran Orang Tua dalam Membangun Kemandirian Anak. Bandung: Journal Of Genderandfamilystudies, 5(1), 1–14.
Syah Roni, R. (2022). Klasifikasi anak berkebutuhan khusus. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Tonara, D. (2023). Pembelajaran keterampilan bina diri di SLB. Jurnal Pendidikan Khusus, 14(3), 210–218.
Tresnawan, A. (2024). Pelatihan Praktis untuk Anak Tunagrahita. Jurnal Intervensi Pendidikan Khusus, 8(1), 49–55.
Tuasikal, I. (2024). Stimulasi Dini untuk Anak Tunagrahita Usia Dini. Jurnal Pendidikan Khusus, 9(3), 109–116.
Wardani, N. (2023). Pengaruh Pola Asuh terhadap Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(4), 145–152.
Wulandari, H., & Maulidina, R. (2020). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Di Sekolah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(13), 663–669. Https://Doi.Org/10.5281/Zenodo.12801142